Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Jabar Deni Juanda Puradimaja, memaparkan, dari studi JICA ada tujuh lokasi sebagai calon bandara internasional. Patokannya adalah 100 km dari Pusat Kota Jakarta (Monas). Lokasi-lokasi itu adalah di satu di Muara Gembong Bekasi, dua di Karawang (di kawasan kombinasi pantai-sawah, dan kawasan perbukitan), dua lokasi di Kopo, dan satu lokasi di Pantai Banten. "Dari hasil evaluasi, skor tertinggi adalah perbukitan di Karawang. Itu yang dipaparkan JICA pada 15 September lalu," katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Jawa Barat Dicky Saromi, membenarkan tentang adanya wacana pembangunan Bandara Internasional Karawang. Itu didasari penelitian sementara dari JICA yang kajiannya baru rampung pada Maret 2012 mendatang. Rencana pembangunan BIK itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herri Bakti, dalam rapat di Jakarta, pada 29 November silam.
Kesiapan Karawang
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Tono Banchtiar, kepada Jurnal Nasional, Minggu (4/12), mengatakan, pihaknya menunggu keputusan pemerintah pusat soal pembangunan Bandara Internasional itu hingga akhir Desember.
"Kebetulan, saat ini, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Karawang sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rancana Detil Tata Ruang (RDTR). Kalau rencana pemerintah pusat soal bandara itu memang sudah pasti, kami akan memasukkan soal Bandara itu dalam Perda. Tetapi, kalau tidak, pada akhir Desember nanti kami akan ketok palu tanpa bandara," papar Tono.
Menurut dia, wacana pembangunan Bandara Internasional di Karawang yang dihembuskan pemerintah pusat itu beberapa waktu lalu itu, belum dikoordinasikan dengan pihak pemerintah mau pun DPRD Karawang termasuk dengan pemerintah provinsi. Bandara Internasional itu nantinya akan menjadi pendamping Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang.
Dikatakannya, agar segera ada kepastian, pihak DPRD akan segera menyurati Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). "Paling lambat, pekan ini, surat kami layangkan ke Bappenas. Mudah-mudahan segera mendapatkan balasan yang pasti," harapnya.
Bupati Karawang, Ade Swara, menyatakan, Pemerintah Kabupapaten (Pemkab) Karawang, sangat berharap wacana pembangunan bandara tersebut benar-benar terealisasi. "Kami sangat berharap dan sangat siap menerima keputusannya," kata Ade.
Ia mengungkapkan, Karawang memiliki cadangan lahan yang cukup untuk kepentingan pembangunan pembangunan bandara internasional. "Di wilayah kami masih ada puluhan ribu hektare lahan milik pemerintah yang satu hamparan," ujar Ade.
Dia memastikan bahwa lahan yang tersedia tersebut berada dalam zona aman. Artinya, sama sekali tidak akan mengganggu lahan pertanian produktif yang ada di Karwawang yang menjadi lumbung padi nasional dan tidak akan menggangu lahan milik masyarakat. Sehingga, tidak harus ada pembebasan lahan.
"Sama sekali tidak akan mengganggu lahan pertanian dan masyarakat. Karena lokasinya ada di wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Ciampel," tutur Ade. Ia juga mendorong pemerintah pusat segera memastikan rencana bandara tersebut, supaya, lokasinhya masuk dalam RUTR dan RDTR perubahan yang kini sedang di bahas di DPRD.
Tentang lokasi Karawang, Ade memastikan, sangat ideal. "Sebab, hitung-hitungannya, untuk akses ke Jakarta, Karawang sangat dekat. bandingkan dengan lokasi Kertajati, Majalengka, yang jauh dari Jakarta dan pembebasan lahan milik masyaraktnya pun belum selesai," papar Ade.
19.42
Donny Apdian



0 komentar:
Posting Komentar